iSIKHNAS, Aplikasi Pembantu Inseminator Ternak Sapi  

Beranda > Berita > iSIKHNAS, Aplikasi Pembantu Inseminator Ternak Sapi

BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Ada aplikasi khusus agar program Upaya Khusus, Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus Siwab) yang dicanangkan Kementerian Pertanian tahun 2017 ini sukses. Aplikasi khusus itu akan memantau keberadaan sapi ternak dan bisa memberikan data secara real ime.
Aplikasi yang bernama Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) ini nantinya dipergunakan oleh inseminator atau petugas yang melakukan inseminasi buatan (IB) pada indukan sapi. “Saat ini 21 petugas IB dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kotawaringin Barat (Kobar) sedang mengikuti pelatihan menggunakan aplikasi tersebut di Palangka Raya,” jelas Kepala Disnakkeswan Kobar Rosehan Pribadi kepada Borneonews, Kamis (30/3/2017).

Dengan aplikasi yang terhubung dengan server milik Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian bisa diketahui dengan persis berapa jumlah sapi yang telah diakukan IB, berapa yang sakit atau mati. “Sehingga data yang diperoleh lebih akurat. Petugas IB hanya memasukkan data-data nama peternak, lokasi ternak serta kondisi kesehatan ternak menggunakan handphone.” Sehingga bila ada permasalahan yang ditemui di suatu daerah, bisa diketahui sesegera mungkin dan bisa ditangani secara cepat. (WAHYU KRIDA/B-2)

Aplikasi yang bernama Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS) ini nantinya dipergunakan oleh inseminator atau petugas yang melakukan inseminasi buatan (IB) pada indukan sapi. "Saat ini 21 petugas IB dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan)Kotawaringin Barat (Kobar) sedang mengikuti pelatihan menggunakan aplikasi tersebut di Palangka Raya," jelas Kepala Disnakkeswan Kobar Rosehan Pribadi kepada Borneonews, Kamis (30/3/2017).