Laporan Pemantauan iSIKHNAS 2018

Sejak implementasinya di Tanah Air pada 2013, sistem informasi kesehatan hewan Indonesia iSIKHNAS telah berkembang pesat. Dalam 5 tahun, iSIKHNAS telah mendaftarkan lebih dari 20 ribu petugas dan 5 juta peternak—melonjak tinggi dari angka pengguna awalnya yang hanya 320 petugas. Sepanjang 2018 lalu, sistem menerima 19,5 juta pesan dan laporan dari ke-34 provinsi di Indonesia, atau satu pesan baru setiap 1,6 detik. Artinya, terhitung dari detik saat Anda mulai membaca artikel ini sampai Anda tiba pada kalimat ini, sudah ada 12 pesan yang masuk ke iSIKHNAS.

Perkembangan yang sedemikian pesat tentu membawa konsekuensi. Untuk mengetahui jumlah dan jenis data yang diterima sistem, memahami seberapa jauh sistem ini telah digunakan, serta mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang, data-data pun diekstraksi dari iSIKHNAS untuk ditelaah lebih lanjut.

Dari data pendaftaran pengguna sampai 31 Desember 2018, terlihat bahwa lonjakan pengguna terdaftar terjadi pada 2017 sejalan dengan dimulainya Upaya Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting (Upsus SIWAB), yang mencatat lebih daripada 6 ribu petugas dan 2,5 juta peternak. Implementasi Upsus SIWAB pun mendorong peningkatan pesat dalam hal penerimaan laporan. Sepanjang 2018, 70% dari semua laporan yang diterima oleh sistem, atau sejumlah 13,7 juta laporan, berupa laporan produksi, yang antara lain berupa laporan inseminasi buatan dan kelahiran pedet. Provinsi Jawa Timur, yang merupakan lumbung ternak Indonesia, merupakan provinsi dengan tingkat pengiriman laporan tertinggi.

Sementara itu, laporan kesehatan hewan terus dikirimkan oleh para petugas di lapangan, dengan Provinsi Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pengiriman tertinggi pada 2018. Laporan penyakit (umum dan prioritas) masih merupakan laporan keswan yang paling banyak dikirimkan, sejumlah 381 ribu laporan. Dari semua laporan U dan P tersebut, 96% sudah ditindaklanjuti dan menerima perawatan, serta 71% terus dipantau perkembangannya. Sayangnya, hanya 1% dari laporan U dan P tersebut yang dilengkapi dengan laporan diagnosis definitif, yang sebagian besar, atau 85% di antaranya, berasal dari Provinsi Riau.

Hasil pengamatan terhadap data iSIKHNAS sepanjang 2018 tersebut dirangkum dalam laporan pemantauan kinerja iSIKHNAS 2018, yang dipublikasikan dan dapat dibaca di sini. Laporan ini tersedia juga dalam bahasa Inggris. Laporan ini akan dibuat dan disediakan untuk umum setiap tahun. Tentu saja, laporan semacam ini dapat juga dibuat oleh kantor dinas di setiap daerah untuk memberikan gambaran lapangan di tingkat lokal.